Untuk Kurangi Pengangguran,
LKP Jakara Selenggarakan Kursus Gratis
Bandung, TKP - Lembaga Kursus & Pelatihan (LKP) Jakara yang berkantor di Jl.Belitung No.24 Kota Bandung, merupakan salah satu LKP yang konsisten memberikan kursus/ pelatihan ketrampilan gratis untuk masyarakat kalangan menengah ke bawah. LKP Jakara adalah bagian dari Jaringan Bhayangkara (Jakara) DPD Jawa barat, yaitu salah satu organisasi masyarakat yang eksis membantu instansi kepolisian RI dalam menciptakan Kamtibmas.
Menurut Ketua LKP Jakara, Alu Lumanaou, suksesnya sekolah menengah kejuruan (SMK) di indonesia yang banyak melahirkan tenaga tenaga lulusan yang terampil di bidang masing - masing dan siap untuk bekerja, mengilhami didirikannya lembaga yang dia pimpin. “Perusahaan - perusahaan sektor riil tiap tahun berlomba berburu ribuan lulusan sekolah setara SMU ini untuk dikaryakan di sektor produksi mereka.
Namun ironisnya banyak elemen masyarakat yang tak memiliki kemampuan dan kesempatan menikmati pendidikan formal itu karena berbagai kendala terutama biaya sekolah yang selangit. Disini kami turut berpartisipasi dalam memberikan pendidikan dan kursus ketrampilan kepada masyarakat yang putus sekolah, pengangguran dan warga usia produktif agar tercipta lapangan kerja baru,” tutur Alu yang juga berprofesi pelukis ternama.
Ketua DPD Jakara Jabar, R.N Setya Budi Nugroho, SH, menjelaskan, di era globalisasi ini tuntutan profesionalitas di dunia ketenaga kerjaan sudah demikian mendesak, sumber daya manusia (SDM) yang berkemampuan handal sudah jadi tuntutan baku, maka dari itu unggul serta kompetitif merupakan jawaban mutlak agar masyarakat mampu menjadi pelopor menjadi subjek pembangunan.
Proses pendidikan dan pembelajaran harus menjadi perhatian semua komponen masyarakat tanpa kecuali, oleh karena itu harus dilakukan berbagai upaya untuk perluas berbagai aspek pendidikan guna meningkatkan keaejahteraan masyarakat yang kurang beruntung, penganggur dan ibu rumah tangga usia produktif diharapkan menyambut dan mengikuti program LKP Jakara yang bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) yang berbasis masyarakat untuk mencapai masyarakat pembelajar sepanjang hayat," ungkapnya.
Sesuai visi dan misi jakara, lanjut budi adalah membantu Kepolisian Republik Indonesia (Polri), yaitu menciptakan kamtibmas yang kondusif. Untuk itu jakara terjun ke tengah masyarakat yang berada di pedesaan khususnya untuk menjembatani dan memberi mereka keterampilan dan pengetahuan yang putus sekolah dan penganggur untuk dapat bekal sesuai ketrampilan yang mereka dapat dari kursus gratis ini.
Diantaranya menjahit pakaian, otomotif, handycraft, tataboga, rias pengantin, dan lainnya. Disamping itu secara otomatis kitapun membantu dinas pendidikan bidang PNFI agar terkejar target pembangunan 2015, sebut Budi. Selama siswa belajar diberikan pula penyuluh penyuluh yang kompeten yang telah dididik oleh lembaga yang handal dari dinas pendidikan serta profesional, “ tandasnya. *** (yusman)
Menurut Ketua LKP Jakara, Alu Lumanaou, suksesnya sekolah menengah kejuruan (SMK) di indonesia yang banyak melahirkan tenaga tenaga lulusan yang terampil di bidang masing - masing dan siap untuk bekerja, mengilhami didirikannya lembaga yang dia pimpin. “Perusahaan - perusahaan sektor riil tiap tahun berlomba berburu ribuan lulusan sekolah setara SMU ini untuk dikaryakan di sektor produksi mereka.
Namun ironisnya banyak elemen masyarakat yang tak memiliki kemampuan dan kesempatan menikmati pendidikan formal itu karena berbagai kendala terutama biaya sekolah yang selangit. Disini kami turut berpartisipasi dalam memberikan pendidikan dan kursus ketrampilan kepada masyarakat yang putus sekolah, pengangguran dan warga usia produktif agar tercipta lapangan kerja baru,” tutur Alu yang juga berprofesi pelukis ternama.
Ketua DPD Jakara Jabar, R.N Setya Budi Nugroho, SH, menjelaskan, di era globalisasi ini tuntutan profesionalitas di dunia ketenaga kerjaan sudah demikian mendesak, sumber daya manusia (SDM) yang berkemampuan handal sudah jadi tuntutan baku, maka dari itu unggul serta kompetitif merupakan jawaban mutlak agar masyarakat mampu menjadi pelopor menjadi subjek pembangunan.
Proses pendidikan dan pembelajaran harus menjadi perhatian semua komponen masyarakat tanpa kecuali, oleh karena itu harus dilakukan berbagai upaya untuk perluas berbagai aspek pendidikan guna meningkatkan keaejahteraan masyarakat yang kurang beruntung, penganggur dan ibu rumah tangga usia produktif diharapkan menyambut dan mengikuti program LKP Jakara yang bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) yang berbasis masyarakat untuk mencapai masyarakat pembelajar sepanjang hayat," ungkapnya.
Sesuai visi dan misi jakara, lanjut budi adalah membantu Kepolisian Republik Indonesia (Polri), yaitu menciptakan kamtibmas yang kondusif. Untuk itu jakara terjun ke tengah masyarakat yang berada di pedesaan khususnya untuk menjembatani dan memberi mereka keterampilan dan pengetahuan yang putus sekolah dan penganggur untuk dapat bekal sesuai ketrampilan yang mereka dapat dari kursus gratis ini.
Diantaranya menjahit pakaian, otomotif, handycraft, tataboga, rias pengantin, dan lainnya. Disamping itu secara otomatis kitapun membantu dinas pendidikan bidang PNFI agar terkejar target pembangunan 2015, sebut Budi. Selama siswa belajar diberikan pula penyuluh penyuluh yang kompeten yang telah dididik oleh lembaga yang handal dari dinas pendidikan serta profesional, “ tandasnya. *** (yusman)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar